Friday, October 24, 2008

REALITA FANTASI SANG PENYAIR


REALITA FANTASI SANG PENYAIR


Oleh : Hozaini*


Retorika bahasa yang keindahannya bersifat eksotis itu lahir dari diskripsi yang tertuai di ujung pena merajut ribuan kata, seiring dengan pengalaman sejati yang telah teraba melalui syaraf jari-jari perasaan, sehingga sastra nilai relevansinya tidak bisa di pandang sistematis susunan katanya atau rasionalis bahasanya, karena syair memang di angkat dari refleksi dunia personifikasi yang menghidupkan bayang-bayang dalam nafas kata-kata, menyusun refleksi rasionalitas atau retorika romantisnya bahasa.
Jiwa seorang pengkelana di ujung tarian pena akan selalu melukis cantiknya dunia dengan bahasanya, dan tintanya adalah yang mengalir dari denyut nadi instingnya. Inipun bisa di capai ketika naluri mampu menghadirkan dari keutuhan yang tidak merubah essensinya, dalam rangka hanya mereboisasi. Seperti penghayal yang mampu melukiskan kaligrafi semenjak utuhnya, semisal pepohonan adakalanya gugurnya dedaunan, keringnya ranting-ranting, patahnya cabang-cabang pepohonan ataupun tubangnya, hal ini harus mampu di hadirkan dalam insting naluri untuk bisa mendiskripsikan indahnya keutuhannya.
Adakalanya dalam fareasi aneka warna, cantik dan indahnya bunga, silogisme pemaknaannya hanya kumbang dan kupu-kupu yang mampu merasakannya, bagitu pula dalam dunia sastra, karena memang pengagum dan penyanjung yang memujanya yang bisa merasakan simpati dan empati yang di lukiskan sang penulis. Maka di sinilah ektase esoteris bermakna, sebenarnya syair tidak terlepas dari unsur pemikiran filosofis yang menjawab sunbangnya pertanyaan melalui perasaan batin, karena kandungan yang menuai dalam bahasa syair yang mengandung ribuan relasi yang mampu merangsang empati, simpati, dan intuisi, sehingga ektase-ektase yang menyifati syair karakternya adalah dunia mistik dalam pembenaran pengetahuan pribadi, maka ketika menjadi milik publik pemaknaanya menjadi bebas dalam penafsiran.
Sehingga wajarlah zaman prasejarah, ketika itu bangsa Arab berlomba-lomba mengasah pemikiran dalam bentuk sastra, dari sinilah hendaknya kita ,mengkaji seiring dengan maraknya peristiwa lahir dan perkembangannya sastra, seketika itu pula al-qur’an diturunkan ke alam dunia dalam literaturnya berbentuk qauliyah, yakni sebagai pembatas keseimbangan relasi manusia sebagai khalifah dimuka bumi lengkap dengan anugerah fitrah, akan tetapi dilegasi fitrah tidak akan bisa membangun keabadian sehingga harus mempunyai literatur dengan hukum-hukum tuhan.
Dalam catatan sejarah tidak ada nama dari kehidupan manusia yang dititipkan kepada dunia, melainkan menanamkan dalam kemampuan sikap arif, sehingga kata-katanya masih mendapat ruang dialam dunia membawa harum namanya, sepanjang dunia ini masih berputar pada rotasinya. Dari prolog ini kami mencoba memaknai seni dari sudut pandang pendidikan jiwa (lemabaga menata hati), seni memang terlahir dari ketekunan kreatifitas, membaca, menulis, merefleksikan gambaran kehidupan yang sempurna. Seorang yang cenderung mengamsumsikan keindahan, maka selalu berusaha memusatkan perhatian untuk mengambil hikmah dari setiap pengalaman.
Oleh karena itu relefansi sastra tidak lahir semata dari ruang hampa, yakni pasti lahir dari esensi pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang kuat. Maka seni dalam bentuk sastra berkembang seiring dengan sejarah, sebagai refleksi yang bersifat internal dalam asumsi pribadi individu. Sehingga sastra mengandung makna dalam internal teks itu sendiri, atau teks terhadap konteks ketika sastra terpublikasi menjadi wacana ideology, yang didalamnya terkandung nilai-nilai normatif, baik sebagai refleksi religi, budaya dan perpolitikan yang ada didalam waktu dan situasi seni sastra dalam hidupnya bahasa dilahirkan sebagai penyambung komonikasi.




Hozaini adalah Mahasiswa UIN Malang Fakultas Tarbiyah
Aktif di berbagai organisasi Kampus, diantaranya:
Jurnalis kampus, sebagai pengelola kolom sastra
Pengelola kajian diskusi forum lingkar study islam kampus Malang
Pendiri Lingkar Seni (UI, Unlimited Imagination) UIN Malang.

BIOGRAFI PENULIS

NAMA : Hozaini
TETALA : Sumenep, 17-08-1983
PENDIDIKAN : MI, MTs ,SMA di Sumenep dan sekarang masih kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
ALAMAT : Malang, JL Sunan Ampel No 1
: Rumah .JL.Wisata Lombang Batang-Batang Sumenep Madura, 69473
CONTACT PERSON : 087859362323
E-MAIL : hanzain@plasa.com

No comments:

Followers